Minggu, 11 Juli 2010

Sejuta Alasan Lolos dari Tilang Polisi


Bagi pengendara kenderaan bermotor, hal yang paling menyebalkan selain kemacetan yang berjam-jam adalah ditangkap polisi. Apalagi para polisi banyak yang suka mengada-ada peraturan…

Berbagai jurus akan dikeluarkan polisi dari alasan:"jalan ini one way dari pagi sa

Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak dari kita yang memilih jalur 'damai' daripada ditilang dan ke pengadilan. Sebenarnya bukan karena kita cinta 'damai', tetapi ga mau ribet atau ga ada waktu ke pengadilan. Bagi yang tidak mau mengeluarkan duit, bisa dicoba tip-tip anti tilang dibawah ini dan trik-trik ini DIJAMIN AMPUH!

1. Saya anak jendral!

Trik ini merupakan trik yang paling umum. Saya anak jendral bisa juga di ganti dengan saya saudara Pak xxx dan disertai dengan penyelipan kartu nama pejabat kepolisian. Dalam menjalani trik ini, anda harus bisa memasang tampang sok yakin dan percaya diri, disertai dengan berbicara dengan suara lantang, agak sok, dan yang pasti penuh keyakinan.

Contoh Skenario:

Polisi: "Selamat pagi, ibu telah melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"

Anda: "YA SUDAH! YA SUDAH! TILANG SAJA SAYA SEKARANG! AYO CEPAT! TILANG SAJA!"

Polisi: "HMMMM, maaf bu, memangnya ibu..siapa ya?"

Anda: "NGAPAIN TANYA-TANYA SIAPA AKU! KALAU KAU MAU TILANG, YA TILANGLAH SANA!"

Polisi: "Maaf bu, ibu kenal siapa?"

Anda: "MEMANGNYA KALAU AKU KENAL SIAPA-SIAPA KENAPA? HAH? MAU KAU TILANG LEBIH BESAR LAGI? HAH?"

Polisi: "Engga bu, lain kali hati-hati ya"

Mengapa trik ini tidak pernah gagal? Sebenarnya trik ini merupakan teknik yang dalam ilmu psikologi disebut dengan reverse psychology, dimana seseorang melakukan persuasi dalam mengarahkan lawan bicara dengan melakukan hal yang justru tidak diinginkan oleh lawan bicara. Menyuruh pak polisi untuk menilang dengan lantang akan memicu reaksi tersendiri dalam diri Pak Polisi, yaitu respon negatif saat menanggapi sebuah persuasi, sehingga bertindak justru kebalikan persuasi yang diberikan (melepaskan dan tidak menilang).

Teori psikologi ini berasal dari abad kuno Indonesia, dan dalam masyarakat dulu lebih dikenal dengan sebutan gertak sambal yang artinya sebenarnya kita hanya menggertak. Jadi seseorang sebenarnya tidak mempunyai kekuatan atau kekuasaan yang dia miliki tetapi dia hanya membual. Semakin yakin dan percaya tindakan anda, lawan bicara semakin ragu akan kemampuan nya sendiri dan tidak berani mengambil risiko untuk melawan kita.

Karena seringnya digunakan, diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan trik ini. JANGAN BERBOHONG adalah kunci sukses keberhasilan. Itu termasuk : jangan mengaku saudara jika bukan saudara dan jangan memberi nomor telpon yang tidak bisa dihubungi. Ingat, kegagalan dan gerak-gerik kurang meyakinkan akan menimbulakn kecurigaan dan bisa berbuah tilang yang lebih berat!

2. Saya lagi banyak masalah, Pak!

HATI-HATI! TRIK INI MEMBUTUHKAN LATIHAN AKTING! Sebenarnya trik ini lebih cocok untuk orang yang mempunyai kemampuan berakting. Begitu diberhentikan polisi, anda sudah harus mulai penjiwaan. Segera telengkupkan tangan, basahi mata dengan air mata buaya supaya kelihatan habis menangis dan tarik ulur ingus untuk lebih meyakinkan lagi kalau anda menangis. Sepanjang interogasi, usahakan kontak mata sesedikit mungkin dengan Pak Polisi, gerakkan tangan menutup muka seperti sedang depresi akan lebih meyakinkan lagi.

Skenario

"Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"

"Aduh, teserah deh, pak, bapak mau nilang saya apa gimana teserah deh,"

"Memangnya ibu kenapa?"

"Aduh, ga usah nanya-nanya deh Pak, saya lagi pusing banyak masalah nih!"

"Emang Masalah ibu apa?"

"Pokoknya saya lagi pusing banyak masalah! Makanya saya ga lihat tadi tuh lampu merah di depan soalnya pikiran saya kusut! Jadi teserah deh kalau bapak mau nilang saya" Diucapkan dengan nada frustasi dan diakhiri dengan suara lirih dan nada gantung.

"Duh, ada yang bisa saya bantu kalau lagi ada masalah?"

"Ga bisa! Bapak ga bisa bantu saya!" terkesan mau nangis, "Ga ada yang bisa bantu SAAYAA!" menangis histeris.

"Ya uda lha kalau ibu lagi banyak masalah, lain kali hati-hati ya"

Mengapa tak pernah gagal? Karena orang jahat selalu menang, dan ini adalah teknik yang sangat jahat. Trik ini memanfaatkan sisi baik dari seorang Polisi. Manusia pada dasarnya mempunyai hati nurani yang bisa merasa kasihan terhadap orang lain. Tidak ada manusia yang lahir tanpa empati akan kesusahan manusia lain walapun hanya setitik tetap saja ada rasa ibanya. Apalagi seorang Polisi yang diharapkan menjadi pamong masyarakat.

Taktik ini memang masih jarang digunakan karena membutuhkan penghayatan yang mendalam dan susah meyakinkan si polisi, salah-salah malah ditilang lebih berat. Ditambah juga orang-orang banyak yang berpikiran bahwa polisi pasti akan lebih memilih duit daripada rasa iba, apalagi polisi jaman sekarang. Sekali dipakai, tentunya para polisi akan selalu terkenang-kenang. Ibaratnya sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Bisa-bisa bagian skenario tadi dipotong menjadi :

"Ahhh!! Udah! Udah! Ga usah pura-pura! Kemarin uda ada yang pake tuh! Ibu-ibu!"

3. Saya mahasiswa hukum, lho!

Walaupun anda bukanlah seorang mahasiswa hukum, tidak perlu ragu-ragu dalam memakai trik ini hanya karena judulnya. Siapa saja bisa memakai trik ini bahkan yang bukan mahasiswa hukum benaran. Cukup kemampuan persuasi dan kegigihan mempertahankan kasus macamnya pengacara artis.

Skenario:

"Mbak melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"

"Aduh, maaf, Pak, soalnya rambu-nya nggak kelihatan, ketutupan pohon tuu, lagian saya itu baru pertama kali lewat sini, jadi saya kurang paham sama jalanannya"

"Ya tapi nggak bisa gitu dong, Mbak tetap melanggar dan harus ditilang"

"Wah, nggak bisa langsung ditilang gitu, pak! Kan saya sudah bilang tadi alasannya, rambunya tidak kelihatan karena ketutupan pohon, jadi sebenarnya kesalahan bukan di pihak saya. Saya ini mahasiswa hukum lho, pak! Masyarakat sadar hukum! Saya tahu benar pasal-pasal dan penerapannya, bahwa kalau pelanggaran karena rambu yang tidak jelas, tidak bisa dikenakan sanksi!"

"Memang aturannya seperti itu kok, melanggar ya kena sanksi!"

"Nahh, itu dia, apalagi saya tadi sudah minta maaf karena pertama kali lewat. Saya ini mahasiswa hukum, Pak, jadi saya tahu aturan persidangan. Saya jelas tidak bersalah karena saya tidak diinformasikan sebelumnya bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Rambu tidak jelas. Saya pertama lewat. Siapa yang bisa memberi tahu saya?"

"Justru ini saya stop dan saya beritahu, Mbak melanggar!"

"Benar sekali, terimakasih, Pak, tugas seorang polisi memang untuk membimbing anggota masyarakatnya agar patuh peraturan. Karena itu sekarang saya jadi tahu disini ga boleh belok, dan lain kali tidak melanggar."

"Tapi yang ini tetap ditilang!"

"Wah, saya yakin bapakpun sebagai penegak hukum juga belajar hukum seperti saya di fakultas hukum. Pelanggaran kali ini tidak kena tilang, pak, tapi berikutnya jika saya melanggar lagi, saya harus ditilang. "

"Ya sudah ngomong sana di sidang tilang!"

"Sekali lagi pak, saya ini sudah hampir lulus dari fakultas hukum, berarti saya menguasai materi hukum! Coba bapak liat klo ga percaya, ini kartu mahasiswa saya, FAKULTAS HUKUM angkatan tahun ini lulus. Menurut yang saya pelajari, tidak semua pelanggaran harus masuk tahap persidangan, jika sudah diberikan alasan yang valid atas pelanggaran. Saya sudah memberikan alasan saya. Saya bahkan tidak menyalahkan aparat yang meletakkan rambu di tempat yang tidak terlihat."

"Ya sudah sana pergi!"

Mengapa tak pernah gagal? sekali lagi ada hubungan psikologi manusia dengan trik ini. Secara psikologi, orang tidak suka mendengar suara keras yang memekakan telinga terus menerus atau omelan rentetan orang yang panjang lebar. Nah Polisi itukan juga manusia, yang pasti akan terganggu mendengar rentetan alibi tak henti oleh suara yang tak enak didengar. Dalam pikiran polisi, lebih bagus saya mencari mangsa yang lain daripada menghabiskan waktu dengan yang satu ini.

Trik-trik diatas bukan lah bermaksud untuk menghina lembaga kepolisian. Poisi memang sudah ada perbaikan dan banyak juga diantara kita yang sudah menikmati buah reformasi birokrasi saat mengurus SIM, surat tabrakan dan ditilang. Ramah-cepat-tidak mahal. Trik-trik diatas justru ditulis agar pihak kepolisian dapat menghindari orang-orang yang suka ngemplang tilang.

Sumber: http://id.yseablog.com/2010/06/tips-anti-tilang/?cid=idtd

Pengalaman Arya (NYATA) di sekitar pasar comberan, Malang :

Polisi : “Ma’af, saudara telah melanggar peraturan lalu lintas. Seharusnya ini jalur searah bla bla bla”

Arya : “Waduh Pak!, saya gak punya uang ini Pak, bener… Tadi ban sepeda motor saya juga bocor di sana (pasar comberan). Lagian saya juga keburu ngasisteni biologi Pak, jadi tidak lihat ada rambu-rambu jalan searah”.

Polisi : “Gini aja, mau sidang atau “titip”… “Titip” cuma 50.000 dan permasalahan saudara sudah selesai.

Arya : “Waduh Pak, ini lihat dompet saya (sambil menyodorkan isi dompet), uang tinggal 35.000, belum lagi bensin mau habis. Silahkan lihat, bensin saya benar-benar mau habis. Ini saya keburu Pak (sambil lihat jam), sebentar lagi jadwal saya ngasisteni”.

Polisi : “Ya sudah, 35.000 itu, sebagai titip sidang nanti. Atau kalau gak, hari selasa jam 09.00 sidang di singosari”.

Arya : “Walah Pak, hari tu saya praktikum full (Pengolahan Pangan dan Satuan Operasi) dari pagi sampai sore. Tidak ada hari lain a Pak??! (tawarku)”.

Polisi : “Ya, 15.000 pas.. Kalau tidak saudara harus mengikuti sidang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan”

Arya : “Ya udah, ini Pak (sambil memberi uang 15.000).”

Saya memberi uang tu, soalnya keburu ngasisteni dan hari sidang kebetulan bersamaan dengan jadwal praktikum. Kalau tidak, pasti pilih sidang…

TERNYATA TAWAR MENAWAR TIDAK HANYA DILAKUKAN SAAT TRANSAKSI JUAL - BELI. SAAT KENA TILANG PUN SEBENARNYA KITA BISA MENAWAR!

Pak Polisi : Sebenarnya harga pasnya berapa seh???

1 komentar:

pamans3lai mengatakan...

kalo alasannya begini gimana: "maaf pak, saya Santri Al-Hikam..!"

pasti bakal banyak pengalaman seru..
heee.. ^_^V